Minggu, 09 Agustus 2009

Pakaian Pengantin

Diposting oleh Liza Astriani di 09.37 0 komentar Link ke posting ini
Diantara pembaca pasti banyak yang sudah mengenal model pakaian pengantin Palembang.

Memang, kalau dilihat secara umum ya intinya busana pengantin Palembang megah, wah, didominasi warna emas dan merah yang sangat mencolok.
Padahal apabila kita mengenal lebih dekat, ada banyak sekali jenis busana pengantin Palembang. Kenapa ? ya sudah pasti karena banyak pula daerah serta percampuran budaya di Sumatera Selatan. Misalnya saja ada daerah suku Komering, nah Komering ini pun ada berbagai suku lagi, belum lagi daerah yang lain.


Jadi wajarlah kalau Indonesia sangat kaya akan budaya, untuk satu daerah Palembang saja kta menemukan berbagai macam busana pengantin berbagai jenis, apalagi kalau di tambahkan dengan daerah lain. Salah satunya yang dibawah ini.



Saya kurang tahu jenisnya apa. Cuma disini umumnya kami menyebut dengan nama busana pengantin Aesan Gede. Mungkin identik dengan khusus bangsawan atau orang gede kali ya :).
Terlepas dari itu semua, detil dari jenis busana ini sangat mengagumkan, dimulai dari hiasan kepala, yang berbentuk mahkota dan dihiasi dengan batu-batu yang mungkin dulunya berupa berlian asli. Kemudian yang menutupi dada, biasa disebut dengan teratai, kalung, gelang serta pernak-pernik lainnya. Dan yang pasti tidak akan pernah ketinggalan adalah kain songket, kain khas tenunan asli daerah Palembang.


Nah kalau yang diatas ini kami menyebut nya dengan model busana pengantin Pak Sangko, ciri khasnya terletak dari model pakaiannya yang tertutup beda dengan model Aesan Gede seperti diatas. Walau begitu, model Pak Sangko ini tidak kalah mewah apabila dibandingkan dengan model yang satunya, selain memiliki detil busana yang mengagumkan, model busana ini dilengkapi pula dengan perhiasan serta pernak-pernik yang lain.

Kamis, 18 Juni 2009

Asam Pade Ikan ala Liza

Diposting oleh Liza Astriani di 07.53 0 komentar Link ke posting ini

Ceritanya kali ini saya akan berbagi resep yang praktis bagi ibu-ibu atau remaja puteri yang waktunya tidak banyak untuk bersibuk diri di dapur. Lumayan lah buat menambah perbendaharaan resep kita. Nggak tau deh sip atau nggak menurut kalian, ini juga resep2an bikinan sendiri buat yang baru belajar masak



Bahan:
  • Setengah kilo ikan laut, ekor kuning, tenggiri dll
  • Seperempat buah nanas muda, diiris 1 cm
  • Belimbing sayur 2 buah, diiris kira-kita 1 cm
  • Irisan daun bawang
  • 5 btg cabe hijau diiris serong
  • Tomat cerry di belah 4
  • 3 btg cabe hijau diiris serong
Bumbu :
  • 5 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 5 cabe merah
  • 1 cm kunyit
  • 2 cm laos
  • 2 cm jahe
  • Sereh, daun salam
Semua bumbu diatas digiling halus, kemudian disisihkan

Cara membuat :
  • Ikan laut di bersihkan, setelah itu dipotong sesuai selera lalu sisihkan
  • Bumbu yang telah dibuat tadi kita tumis dengan minyak sedikit
  • Setelah bumbu terasa harum, ikan kita masukkan, tambahkan air masak sampai mendidih
  • Tambahkan 2 btr asam kandis, daun salam, daun sereh, garam dan gula pasir secukupnya
  • Setelah dirasa cukup matang, masukkan irisan cabe hijau, tomat cerry, daun bawang, irisan nanas
  • Ikan siap dihidangkan
Tip :
  • Biasakan menggunakan minyak goreng yang bersih dan jangan terlalu banyak untuk menumis
  • Jangan terlalu sering menggunakan penyedap, penyedap bisa digantikan dengan gula asal tidak terlalu banyak

Senin, 15 Juni 2009

Clay

Diposting oleh Liza Astriani di 04.21 3 komentar Link ke posting ini


Clay untuk arti sebenarnya adalah tanah liat, disini mengambil istilah tersebut hanya karena adonannya saja yang mirip clay, tetapi bahan sesungguhnya terbuat dari "tepung kue".

Sebenarnya bahan membuat clay bisa bermacam-macam, tapi kali ini yang akan kita bahas resep dari ibu Monica Harijati Hariboentoro penulis buku "Clay pajangan lucu dari tepung kue" keluaran Tiara Aksa. Untuk melihat secara lengkap proses pembuatan serta model-model cantik disarankan memiliki buku ini yang bisa didapat di toko buku Gramedia atau Karisma.





Bahan
Tepung kue (kanji, terigu, beras) dengan perbandingan 1:1:1
Pengawet kue (Natrium benzoat atau sejenis boleh)
Lem putih (PVAC)

Proses pembuatan bahan/adonan
Semua tepung dicampur jadi satu ditambah dengan pengawet, kemudian diuleni diatas tepung sampai kalis ( tidak lengket ditangan)

Proses pewarnaan
Boleh pakai pewarna apa saja (cat air, acrylic, poster, oil). Pewarna dicampur ke dalam adonan lalu diuleni hingga rata.

Pembentukan model
Setelah bahan siap digunakan selanjutnya dapat dibentuk sesuai dengan keinginan.

Pengeringan
Model hanya diangin-anginkan sudah dapat mengering dengan sendirinya, dapat juga dijemur dibawah terik sinar matahari








 

Meja Perempuan Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare